METODE dan TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas
Mata
Kuliah : Pendidikan Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu :
Imam Mas Arum, M. Pd.

Disusun Oleh :
1.
Vina
Ardiyanti (11512039)
2.
Elly
Fatmawati (11512083)
JURUSAN
TARBIYAH
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA
SEMESTER
4
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan hidayah, taufik, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga kami
bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan ridho-Nya. Syukur Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan
rencana. Makalah ini kami beri judul “Metode dan Teknik Pembelajara Bahasa” dengan harapan semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya untuk diri kami sendiri dan juga
untuk para pembaca.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW. Karena beliau adalah salah satu figur umat yang mampu memberikan
syafa’at kelak di hari kiamat.
Selanjutnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Imam Mas Arum,
M. Pd. selaku dosen pengajar mata
kuliah Pendidikan Bahasa
Indonesia, yang telah membimbing
kami dan kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini hingga
selesai.
Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca
khususnya para mahasiswa STAIN Salatiga. Kami sadar bahwa makalah ini masih
banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada
dosen pembimbing kami meminta masukannya
demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa
yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca.
Salatiga, Maret 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
.........................................................................................................ii
DAFTAR ISI
........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
.....................................................................................................1
A. Latar
Belakang
.............................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah
........................................................................................................1
C. Tujuan
Penulisan ..........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
.......................................................................................................2
A. Metode
Pembelajaran Bahasa
.......................................................................................2
B. Teknik
Pembelajaran Bahasa
........................................................................................5
C. Metode
dan Teknik Pengajaran yang Baik ..................................................................10
BAB III
PENUTUP...............................................................................................................12
A. Kesimpulan
..................................................................................................................12
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa
sangat penting dalam kehidupan. Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan
pendapat dan perasaan. Dengan bahasa pula kita dapat memahami dan mengetahui
apa yang terjadi di dunia dan lingkungan sekitar. Setiap orang memiliki
kemampuan berbahasa.
Pembelajaran
mengandung arti adanya kegiatan siswa mempelajari sesuatu atas petunjuk atau
arahan guru. Dalam pembelajaran mengandung makna bagaimana usaha guru supaya
siswanya aktif untuk belajar. Dalam pembelajaran bahasa, metode dan teknik
saling berhubungan dan saling menentukan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.[1]
Dalam hal
ini, penulis akan membahas makalah tentang Metode
dan Teknik Pembelajaran Bahasa.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
metode pembelajaran bahasa dalam proses belajar mengajar?
2. Bagaimana
teknik pembelajaran bahasa dalam proses belajar mengajar?
3. Bagaimana
metode dan teknik pengajaran bahasa yang baik?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui
metode pembelajaran bahasa dalam proses belajar mengajar.
2. Mengetahui
teknik pembelajaran bahasa dalam proses belajar mengajar.
3. Mengetahui
metode dan teknik pengajaran bahasa yang baik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Metode Pembelajaran Bahasa
Pada umumnya, metode diartikan sebagai cara
mengajar. Sebenarnya pengertian yang tepat untuk cara mengajar adalah teknik
mengajar, sedangkan metode pada hakikatnya adalah suatu prosedur untuk mencapai
suatu tujuan yang telah ditetapkan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:[2]
1. Pemilihan
bahan
2. Urutan
bahan
3. Penyajian
bahan
4. Pengulangan
bahan
Metode-metode yang yang dapat diterapkan
di dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD dan menunjang pendekatan yang
disarankan oleh kurikulum bahasa Indonesia yang diberlakukan, yaitu Direct Method, Natural Method, Reading
Method, dan Eclectic Method.[3]
1. Direct Method
Direct Method
atau Metode Langsung ialah metode pengajaran bahasa yang di dalam
pelaksanaannya guru langsung menggunakan bahasa sasaran, yaitu bahasa yang
diajarkan. Dari pihak siswa tidak boleh menggunakan bahasa ibu atau bahasa
pertamanya selama pembelajaran berlangsung. Pada tahap permulaan tidak banyak
diajarka tata bahasa. Kata-kata diajarkan dengan cara langsung menghubungkan
dengan benda-benda , situasi-situasi dan
gerak yang digambarkan oleh kata itu.
Tujuan
Metode Langsung di SD ialah penggunaan bahasa sasaran dalam dalam hal ini
bahasa Indonesia yang merupakan bahasa kedua secara lisan agar siswa mampu
berkomunikasi dalam bahasa kedua tersebut.
Adapun fungsi Metode
Langsung ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu bagi siswa dan bagi guru. Bagi
siswa berfungsi memudahkan siswa untuk mampu berbahasa (lisan) dengan tepat,
memberikan situasi yang menyenangkan, dan mendorong siswa untuk belajar bahasa.
Sedangkan bagi guru metode ini memudahkan guru untuk mengajar berbahasa tanpa
menggunakanbahasa pengantar bahasa lain selain bahasa sasaran.
Kegiatan
dalam proses belajar mengajar apabila menggunakan Metode Langsung, sebagai
berikut:
a. Guru
memulai pelajaran dengan dialog atau humor yang pendek dalam bahasa sasaran
(BI).
b. Guru
kemudian mulai menyajikan materi secara lisan dengan gerakan-gerakan,
isyarat-isyarat, dramatisasi-dramatisasi, atau gambar-gambar.
c. Guru
mengadakan tanya jawab dalam bahasa sasaran (BI) betrdasarkan dialog atau humor
yang telah disampaikan.
d. Guru
mengajarkan tata bahasa secara induktif dengan memberikan contoh-contoh yang
merangsang siswa untuk menyimpulkan sendiri.
e. Guru
memberikan bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan, tetapi tidak sampai
menganalisis secara struktural.
f. Guru
mengajarkan budaya yang relevan pada aspek-aspek bahasa secara induktif.
2. Natural Method
Natural Method
yang disebut juga Metode Murni atau Metode Alamiah adalah metode yang dalam
pelaksanaannya menggunakan peraga yang berupa benda-benda, gambar-gambar, atau
peragaan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari.
Metode Murni ini
mempunyai ciri-ciri, seperti berikut ini:
a. Kosakata
baru dijelaskan dengan cara menggunakan kata-kata yang sudah diketahui siswa
sebelumnya.
b. Makna
sesuatu kata diajarkan dengan cara inferensi/menarik kesimpulan dari beberapa
contoh yang diberikan.
c. Kamus
dipergunakan untuk mengingat kata-kata yang diluapakan atau mencari makna
kata-kata baru.
d. Tata
bahasa digunakan untuk membetulkan kesalahan.
e. Penyajian
pelajaran mengikuti urutan : mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis,
kemudian baru diajarkan tata bahasa.
Proses
pembelajaran dalam menerapkan metode ini adalah:
a. Pertama-tama
guru memperkenalkan bunyi-bunyi bahasa, kata-kata dan kalimat bahasa yang
dipelajari secara lisan dengan menggunakan alat peraga.
b. Guru
menyuruh siswa meniru apa yang diucapkan seperti pada butir (1).
c. Dalam
penyajian materi, guru menggunakan urutan-urutan berbicara, membaca, menulis,
baru mengajarkan tata bahasa.
3. Reading Method
Merupakan
metode membaca dipakai di Amerika Serikat pada tahun 1929-an baik di sekolah
menengah maupun di perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk memberi
pelajar/mahasiswankemampuan dalam memahami teks ilmiah yang mereka perlukan
dalam studi islam.
Langkah-langkah
penyajian metode ini menurut Rivers (dalam Subyakto-N, 1988:17-18), seperti
brikut:
a. Pemberian
kosakata dan istilah-istilah yang dianggap sukar oleh guru bagi siswanya.
b. Penyajian
bacaan dalam kelas yang dibaca secara diam selama kurang 10-15 menit.
c. Diskusi
mengenai isi bacaan yang dapat berupa tanya jawab dengan menggunakan bahasa
sasaran.
d. Pembicaraan/keterangan
tentang bahasa dapat dilakukan secara singkat , kalau ini memang dirasa perlu
oleh guru.
e. Pembicaraan
tentang kosakata yang relevan dengan jalan memberikan daftar kosakata yang
disiapkan sebelumnya.
f. Pemberian
tugas, seperti mengarang, membuat denah, skema, diagram, dan sebagainya (yang
berkaitan dengan topik bacaan).
Metode
ini dapat juga diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD dengan
jalan dimodifikasi disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
Ada beberapa tujuan khusus
yang ingin dicapai guru dalam metode membaca, yaitu:[4]
a. Mengajar
membaca dengan cepat.
b. Mengajar
pemahaman teks tanpa pencurahan waktu yang terlalu banyak pada latar belakang
bacaan.
c. Mengajar
membaca dengan suara keras untuk menunjang keterampilan melafal.
4. Eclectic Method
Lahirnya metode ini
dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tidak ada satupun metode pengajaran
bahasa yang paling baik karena setiap metode yang ada ada
keuntungan/keunggulan/kebaikan juga ada kerugian/kelemahan/kejelekannya. Itulah
sebabnya guru bebas memilih metode yang mana yang paling cocok dengan situasi
kelas yang akan diajar.
Eclectic
artinya memilih secara bebas. Dalam hubungannya dengan metode pengajaran
bahasa, bebas di sini yang dimaksud adalah bebas untuk menambah atau mengombinas/mencampur
antara metode yang satu dengan lainnya yang dianggap cocok dan diperkirakan
dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Itulah sebabnya Eclectic method diterjemahkan secara
bebas dalam bahasa Indonesia Metode Campuran.
B.
Teknik
Pembelajaran Bahasa[5]
Teknik adalah upaya guru, usaha-usaha guru, atau
cara-cara yang digunakan guru untuk mencapai tujun langsung dalam pelaksanaan
pembelajaran di dalam kelas pada saat itu.
Adapun macam-macam teknik pembelajaran bahasa (yang
dapat juga dijumpai dalam pembelajaran mata pelajaran lain) sepertiberikut ini
(Saliwangi, 1989:56-67).
1. Teknik Ceramah
Sampai
sekarang teknik ini masih banyak digunakan guru dalam proses belajar mengajar.
Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa mengajar itunnadalah menerangkan dengan
berbicara/ceramah. Itulah sebabnya mengapa salah satu fungsi guru sebagai
informator.
Teknik
ceramah mempunyai keuntungan sebagai berikut:
a. Dapat
menghemat waktu.
b. Dapat
digunakan dalam kelompok besar.
c. Dapat
dipakai sebagai penambah bahan yang sudah dibaca.
d. Dapat
dipakai untuk mengulang atau memberi pengantar pada pelajaran atau aktivitas
tertentu.
Disamping
keuntungan diatas Teknik Ceramah mempunyai kekurangan, antara lain sebagai
berikut:
a. Tidak
semua guru dapat berbicara yang menarik dan baik.
b. Dalam
metode ini hanya satu indra yang aktif yaitu pendengaran.
c. Kadar
CBSA-nya rendah.
Teknik
Ceramah ini dapat digunakan untuk melatih keterampilan mendengarkan (menyimak).
Siswa dilatih untuk membuat intisari dari ceramah yang didengarna, kemudian
menceritakan kembali dengan bahasanya sendiri.
2. Teknik Tanya Jawab
Pada umumnya teknik ini
mengikuti teknik ceramah yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengesek
pemahaman siswa terhadap ceramah yang baru diberikan atau bisa juga pertanyaan
yang diajukan guru untuk mengecek pemahaman siswa terhadap isi bacaan yang
telah mereka baca.
Siswa mengajukan
pertanyaan kepada guru biasanya untuk:
a. Mengetahui
hal-hal yang dirasa belum jelas, sekalipun sudah diterangkan guru.
b. Memperoleh
jawaban terhadap permasalahan yang dihadapinya.
c. Memperjelas
pendapat yang dirasa bertentangan dengan pendapat siswa sendiri.
Kebaikan metode tanya jawab secara sistematis yaitu sebagai kerikut:[6]
a. Situasi kelas lebih hidup karena para siswa aktif berpikir dan menyampaikan
buah pikirannya melalui jawaban atas pertanyaan guru.
b. Sangat positif untuk melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya
dengan lisan secara teratur.
c. Timbulnya perbedaan pendapat di antara para anak didik, membawa kelas pada
situasi diskusi yang menarik.
d. Siswa yang segan mencurahkan perhatian, menjadi berhati-hati dan secara
sungguh-sungguh mengikuti pelajaran.
Menurut Sudirman (1992) bahwa kelemahan metode tanya jawab dalam proses
pembelajaran antara lain:[7]
a. Siswa sering merasa takut, apabila guru kurang dapat medorong siswa untuk
berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang dan akrab.
b. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa
dan mudah dipahami siswa.
c. Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab
pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
d.
Sering
jawaban diborong oleh sejumlah kecil siswa yang menguasai dan senang berbicara,
sedangkan banyak siswa lainnya tidak memikirkan jawabannya.
3. Teknik Diskusi Kelompok
Tujuan
digunakannya teknik ini adalah melatih siswa untuk mengeluarkan pendapat dan
mau menerima kritikan kalau pendapatnya memang kurang benar. Juga melalui
diskusi kelompok ini siswa dapat menguji kebenaran pendapatnya mengenai sesuatu
hal.
Keunggulan
diskusi kelompok sebagai suatu teknik dalam proses pembelajaran bahasa
Indonesia, antara lain berikut ini:
a. Kadar
CBSAnya tinggi.
b. Memberi
peluang kepada siswa untuk saling mengemukakan pendapat.
c. Mendorong
terciptanya rasa kesatuan.
d. Dapat
memperluas pandangan siswa.
e. Melatih
mengembangkan kepemimpinan bagi siswa yang ditunjuk sebagai moderator.
Selain keunggulan,
Teknik Diskusi Kelompok ini mempunyai kekurangan sebagai berikut:
a. Tidak
dapat digunakan secara efektif untuk kelompok yang besar.
b. Kalau
kurang terkendali dapat menyimpang dari tujuan.
c. Membutuhkan
moderator yang terampil.
d. Adakalanya
hanya didominasi oleh siswa yang suka dan berani bicara.
4. Teknik Pemberian Tugas
Teknik
ini disebut juga Resitasi yang dapat diberikan kepada siswa secara individual
atau kelompok. Dengan teknik ini diharapkan siswa lebih mendalami materi
pelajaran yang diberikan guru. Biasanya pemberian tugas ini diikuti oleh tugas
melaporkan hasil kerja siswa yang disebut resitasi. Itulah sebabnya Teknik
Pemberian Tugas ini disebut juga Resitasi.
Kelebihan
dari Metode Pemberian Tugas yaitu:[8]
a. Pengajaran
klasikal cenderung untuk menyesuaikan cara dan kecepatan mengajar terhadap
ciri-ciri umum di kelas itu.
b. Metode
pemberian tugas digunakan untuk melatih aktivitas, kretivitas, tanggung jawab
dan disiplin peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
c. Peserta
didik mendapat kesempatan untuk melatih diri bekerja secara mandiri.
d. dapat
merangsang daya pikir peserta didik, karena mereka dituntut untuk menyelesaikan
tugas-tugas yang dihadapinya.
Disamping kelebihan yang dimilikinya, metode pemberian tugas juga memiliki
beberapa kekurangan , yaitu:[9]
a. Apabila
diberikan tugas kelompok, seringkali yang mengerjakannya hanya peserta didik
tertentu saja. Sedangkan yang lainnya hanya numpang saja.
b. Apabila
tugas diberikan diluar kelas, sulit untuk mengontrol peserta didik bekerja
secara mandiri dan menyuruh orang lain untuk menyelesaikannya.
c. Sering
terjadi penyimpangan dalam penggunaan metode pemberian tugas dari pengajaran
menjadi semacam hukuman.
d. Apabila
tugas sulit dikerjakan akan menyita waktu peserta didik untuk kegiatan lainnya.
5. Teknik Ramu Pendapat
Teknik
ini merupakan perpaduan dari Teknik Tanya-Jawab dan Teknik Diskusi. Teknik ini
bisa diterapkan dalam pembelajaran sastra misalnya puisi, cerpen atau novel.
Keunggulan
teknik ini, antara lain berikut ini:
a. Dapat
membangkitkan pikiran yang kreatif.
b. Dapat
merangsang partisipasi siswa.
c. Dapat
memancing timbulnya pendapat-pendapat baru.
d. Dapat
digunakan dalam kelompok kecil maupun kelompok besar.
e. Hanya
sedikit peralatan yang diperlukan.
Kekurangan
teknik ini relatif sedikit, misalnya kita tidak dapat mengendalikan kelas bisa
lepas kontrol.
6. Simulasi
Simulasi
artinya tiruan (imitasi). Teknik simulasi ini tepat sekali untuk melatih
keterampilan berbicara. Dalam pelaksanaannya guru terlebih dahulu menetapkan
peran-peran yang akan dilakukan oleh siswa dalam permainan simulasi.
Guru
memberi pengarahan tentang apa yang akan diperankan oleh masing-masing siswa
yang telah ditunnjuk. Siswa yang kebetulan belum mendapat giliran ditunjuk
untuk memainkan suatu peran, ditugaskan sebagai penonton yang mencatat
kemungkinan adanya kesalahan bahasa yang dilakukan oleh temannya ketika bermain
peran. Kesalahan-kesalahan itu nantinya didiskusikan setelah permainan
memainkan peran telah selesai.
Terdapat beberapa kelebihan dengan
menggunakan simulasi sebagai
metode mengajar, diantaranya adalah :[10]
a. Simulasi dapat
dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya
kelak; baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia
kerja.
b. Simulasi
dapat mengembangkan kreativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi
kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan.
c. Simulasi
dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
d. Memperkaya
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai
situasi sosial yang problematis.
e. Simulasi
dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
Disamping memiliki kelebihan, simulasi juga mempunyai kelemahan,
diantaranya :[11]
a. Pengalaman
yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan
di lapangan.
b. Pengelolaan
yang kurang baik. Sering simulasi
dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi
terabaikan.
c. Faktor
psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam
melakukan simulasi.
C.
Metode
dan Teknik Pengajaran Bahasa yang Baik[12]
Cara guru mengajar mempengaruhi cara siswa belajar.
Bila guru mengajar hanya dengan metode ceramah maka siswa pun belajar dengan
cara menghafal. Bila guru mengajar dengan memberikan banyak latihan maka siswa
belajar melalui pengalaman. Metode pengajaran yang baik yaitu tidak hanya
menggunakan atau memicu satu metode saja melainkan harus menyesuaikan materi
yang diajarkan sesuai metode yang tepat. Selain itu guru harus bisa kreatif
dalam mengajarkan materi di kelas, tidak monoton dan membosankan melalui
pilihan metode yang tepat.
Syarat minimal yang harus dipenuhi oleh guru
keterampilan berbahasa ialah penguasaan materi tentang keterampilan berbahasa
serta dapat mengajarkannya kepada siswa. Cara mengajarkan keterampilan
berbahasa atau teknik pengajaran menyimak merupakan hal penting bagi seorang
guru keterampilan berbahasa.
Disamping kuat dalam penguasaan materi pelajaran
guru juga harus kaya pengalaman dengan beraneka ragam , metode pengajaran atau
teknik pengajaran. Guru keterampilan bahasa harus mahir tentang seluk beluk
menyimak dan kaya pengalaman dengan teknik pengajaran keterampilan bahasa.
Baik buruknya suatu teknik pengajaran keterampilan
berbahasa tidaklah terletak pada teknik pengajaran itu sendiri. Guru harus
menggunakan sesuatu teknik pengajaran keterampilan berbahasa dalam konteks yang
tepat, misalnya sesuai dengan tujuan, bahan pengajaran maka jadi baiklah teknik
pengajaran tersebut, dan sebaliknya. Dapat disimpulkan bahwa teknik pengajaran
bahasa itu bersifat netral.
Sesuatu teknik pengajaran keterampilan berbahasa
dapat dikatakan baik apabila teknik pengajaran tersebut:
1. Memikat,
menantang atau merangsang siswa untuk belajar.
2. Memberikan
kesempatan yang luas serta mengaktifkan siswa secara mental dan fisik dalam
belajar. Keaktifan itu dapat terwujud latihan, praktek atau mencoba
melaksanakan sesuatu.
3. Tidak
terlalu menyulitkan bunyi guru dalam penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian
program pengajaran.
4. Dapat
mengarahkan kegiatan belajar ke arah tujuan pengajaran.
5. Mengembangkan
kreativitas siswa.
6. Mengembangkan
pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Metode-metode
yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa yaitu:
a.
Direct
Method
b.
Natural
Method
c.
Reading
Method
d.
Eclecting
Method
2. Teknik
pembelajaran yang bisa dilakukan dalam proses pembelajaran bahasa antara lain:
a. Teknik
Ceramah
b. Teknik
Tanya Jawab
c. Teknik
Diskusi Kelompok
d. Teknik
Pemberian Tugas
e. Teknik
Ramu Pendapat
f. Simulasi
3. Metode
dan teknik pembelajaran yang baik yaitu tidak hanya menggunakan atau memicu
satu metode saja melainkan harus menyesuaikan materi yang diajarkan sesuai
metode yang tepat. Selain itu guru harus bisa kreatif dalam mengajarkan materi
di kelas, tidak monoton dan membosankan melalui pilihan metode yang tepat. Sebenarnya
teknik pengajaran itu bersifat netral. Tidak ada yang jelek juga tidak ada yang
baik. Baik buruknya teknik pengajaran bergantung pada penggunaannya. Bila
digunakan secara tepat ia akan menjadi baik, dan sebaliknya.
4.
DAFTAR PUSTAKA
T. W. Solchan dkk. 2011. Materi Pokok Pendidikan Bahasa Indonesia.
Jakarta: Universitas Terbuka.
Tarigan Djago dan Tarigan H. G. 1987. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Utari Sri dan Nababan Subyakto. 1993. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
[1] Drs.
Solchan dkk. Materi Pokok Pendidikan
Bahasa Indonesia di SD. (Jakarta: Universitas terbuka, 2011). Hlm,1.1
[2] Ibid,.
Hlm,3.9-3.10
[3] Ibid,.
Hlm,3.12-3.16
[4] Sri
Utari dan Subyakto Nababan. Metodologi
Pengajaran Bahasa. (Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama,1993). Hlm, 167
[5] Drs.
Solchan dkk. Op. Cit. Hlm,3.16-3.20
[7] Ibid,.
[9] Ibid,.
[11] Ibid,.
[12] Djagu
Tarigan dan H. G Tarigan. Teknik
Pengajaran Keterampilan Berbahasa. ( Bandung: Angkasa, 1987). Hlm, 38 -41
Tidak ada komentar:
Posting Komentar