Kamis, 15 Mei 2014

Mengisi Waktu Luang yang Bermanfaat Bagi Mahasiswa


MENGISI WAKTU LUANG YANG BERMANFAAT
BAGI MAHASISWA
Oleh: Elly Fatmawati

Waktu adalah uang. Maksud dari pepatah tersebut yaitu bahwa waktu merupakan kesempatan yang sangat berharga. Berbicara dengan waktu, adakalanya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Masih banyak orang yang belum bisa mengatur waktu dengan baik. Apalagi rasa malas dan malas yang muncul dalam diri mereka. Ketika merasa enggan untuk melakukan sesuatu,  yang pada akhirnya akan menjadi tertunda. Tidak terasa waktu akan terbuang sia-sia. Kebiasaan seseorang ketika menunda-nunda pekerjaan itu sebuah kebiasaan yang muncul akibat dari pengalaman sebelumnya. Penyebab dari kurangnya sikap disiplinlah yang akibatnya akan memicu dampak yang buruk untuk kedepan.
Baik buruknya dan sukses tidaknya seseorang dipicu dari berhasil tidaknya dalam pemanfaatan waktu luang selama hidupnya.
Waktu adalah kehidupan. Waktu merupakan bagian dari modal. Karena itu ketika alternatif yang ada sama-sama memiliki kelebihan maka alternatif yang sesuai dengan waktu yang tersedia adalah yang terbaik.[1]
Masa SMA memang sangatlah berbeda dengan kuliah di perguruan tinggi. Ketika di SMA jadwal pelajaran masih dipadukan atau disamakan dalam satu kelas. Sementara di perguruan tinggi jadwal makul sudah berbeda dengan mahasiswa satu sama lain. Ketika kuliahpun, banyak waktu luang yang masih tersisa. Dalam satu minggu bisa jadi hanya 4 hari dalam mengikuti perkuliahan, sedangkan di SMA wajib mengikuti pelajaran satu minggu full. Dengan demikian banyak waktu yang dimiliki mahasiswa untuk mengembangkan bakat dengan memanfaatkan waktu luang.
Mahasiswa belajar di perguruan tinggi dengan tujuan untuk menjalani pendidikan dengan harapan dapat menguasai ilmu dalam bidang yang diambil dan berusaha untuk tidak mengecewakan kedua orang tuanya. Berangkat dan hanya bertatap muka dengan dosen di kelas tidak cukup untuk membekali pengetahuan mereka, melainkan mahasiswa juga harus mencari pengetahuan dan keterampilan di luar kelas maupun luar kampus. Banyak waktu yang dimiliki mahasiswa untuk mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya guna membekali diri di berbagai bidang yang ingin ditekuni.
Rasa malas dan menunda-nunda dalam melakukan sesuatu kerap terjadi. Banyak waktu terbuang sia-sia akibat dari kebiasaan tersebut. Kedisiplinan seseorang itu sangat penting, karena dengan sikap disiplin mampu mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Pada umumnya mahasiswa kurang bisa mengatur waktu untuk kegiatan yang bermanfaat. Banyak aktivitas yang mereka lakukan tidak berguna dan hanya membuang-buang waktu saja. Kegiatan tersebut seperti bermain game, nonton film, keluyuran tanpa tujuan, nongkrong-nongkrong di pinggir jalan sehingga waktupun terbuang sia-sia.
Setiap orang wajib mengambil keputusan terhadap apa yang harus dilakukan. Sehingga dengan begitu Ia mampu melaksanakan apa yang diputuskan dengan penuh semangat.[2]
Keputusan itulah yang mengantarkan mahasiswa mengubah kebiasaan lama yang kurang bermakna dengan memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal positif yang dapat membangun karakter baik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Caranya dengan menumbuhkan kesadaran bahwa waktu tidak akan kembali lagi sehingga mau tidak mau harus mengerjakan pekerjaan pada saat itu juga. Dalam menumbuhkan semangat tersebut bisa menjadikan aktivitas hiburan sebagai hadiah bila telah menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Melalui kerja, seseorang mendapatkan identitasnya karena kerja adalah salah satu cara yang utama dimana seseorang memperoleh statusnya dalam suatu kelompok. Lagi pula kerja yang menyediakan sarana utama bagi interaksi sosial dalam masyarakat. Terlebih bagi segolongan orang mungkin kerja merupakan satu-satunya sarana untuk membentuk hubungan sosial.[3]
Bagi mahasiswa, dalam menghargai waktu agar tidak terbuang sia-sia dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat yaitu bisa membaca Al Qur’an, membaca buku, mengunjungi perpustakaan, berorganisasi, menulis, dan masih banyak lagi kegiatan yang bermanfaat guna menggapai sebuah sasaran yang ingin dicapai dan dicita-citakan.
Bila sasaran harus dicapai maka pemberian tanggung jawab atas pencapaian keberhasilan mereka di atas pundak seorang individu tertentu selalu merupakan gagasan yang baik.[4]
Pencapaian dikatakan berhasil ketika mahasiswa mampu menjadikan dirinya sukses. Karena kesuksesan masa depan ditentukan dari sekarang dengan menjadikan waktu sebagai persiapan menyongsong keberhasilan dengan memanfaatkannya untuk kegiatan yang lebih penting.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Kalimat tersebut sering menjadi satu pertanyaan bagi mereka yang belum menyadari bahwa manusia diberikan sebuah fasilitas yang sangat mewah oleh Tuhan. Manusia diberikan fasilitas tersebut untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu fasilitas yang banyak memberikan kontribusi dalam berfikir adalah otak.[5]
            Oleh karena itu sebagai mahasiswa harus bisa menggunakan otaknya untuk berfikir lebih positif dan maju, tidak hanya membuang-buang waktu saja tetapi harus bisa membaginya dan menjadikan dirinya sebagai calon pemimpin yang baik, mempunyai banyak pengalaman dengan menyibukkan diri sebagai mahasiswa yang kreatif. Mahasiswa yang kreatif yaitu mahasiswa yang mampu menyusun strategi dalam menentukan keberhasilan masa depan. Secara khusus, banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu kecerdasan, bakat, ketrampilan dan kecakapan, kemampuan dan minat, motivasi, kesehatan, kebutuhan biologis, kepribadian, cita-cita dan tujuan. Untuk itu, setiap individu harus mampu mengmbil keputusan demi kebaikan masa depan.
Banyak waktu luang yang sebenarnya kita miliki. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Bila kita bisa memanfaatkannya dengan baik, maka banyak keuntungan yang kita peroleh. Keuntungan tersebut yang mengantarkan kita menuju gerbang kesuksesan. Kesuksesan merupakan suatu hal yang dicita-citakan oleh setiap orang. Bahkan demi mencapai kesuksesan mereka rela mengeluarkan uang banyak demi meraih apa yang ingin dicapainya.
Pencapaian itulah yang sulit untuk dikejar. Selain kita harus belajar, kita juga harus bersungguh-sungguh dalam memotivasi diri untuk menjadi yang terbaik dengan mengikuti kegiatan yang mendukung untuk masa depan. Ketika yakin akan keberhasilan, maka kita akan mempunyai banyak jalan untuk sampai di depan sana. Selain tidak rugi, kita juga akan merasakan manfaatnya dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan rasa tanggung jawab dan sungguh-sungguh dalam melakukannya.
Banyak manfaat ketika kita bisa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain ketika kita mampu memanfaatkan waktu yang biasanya diabaikan, sebenarnya ada banyak hikmah yang bisa diambil. Manfaatnya kita akan di latih untuk lebih disiplin sehingga mampu menggunakan waktu secara efisien. Membuat untuk mengenali diri sendiri tentang bakat dan minat yang sebelumnya belum diketahui oleh diri kita. Selain itu, sebagai sarana belajar dan pengembangan potensi yang kita miliki serta diajarkan untuk lebih disiplin dalam mengerjakan sesuatu.
Bakat dan minat seseorang dipengaruhi oleh diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Ketika yakin akan bakat dan minat kita, kita yakin dengan apa yang akan dilakukan kedepannya akan lebih mudah untuk melaluinya. Seperti halnya lingkungan juga sangat berpengaruh dalam pengembangan bakat dan minat. Ketika lingkungan sekitar mendukung, maka kita akan lebih mudah dalam melakukan proses pengembangan tersebut.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa harus pandai-pandai dalam mengatur waktu. Tidak hanya belajar di kelas saja namun harus mencari kesibukan untuk hal yang bermanfaat sebagai pengembangan pengetahuan yang dimiliki. Karena pada akhirnya semata-mata hanya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Semakin kita pandai memanfaatkan waktu semakin kita hidup lebih disiplin dan bertanggung jawab. Sehingga kita tidak akan membuang waktu dengan sia-sia namun kita lebih menghargai waktu luang dengan kegiatan yang positif dan bermakna.


[1] DR. Akram Ridha, Jangan Menyesal Kiat Mengambil Keputusan Efektif, terj. Khalifurrahman Fath, Khalifa (Pustaka Al-Kautsar Group), Jakarta, 2005, hlm. 202.
[2] Ibid., hlm. 60.
[3] Dra. Kartini Kartono, Menyiapkan dan Memandu Karier, CV. Rajawali, Jakarta, 1991, hlm. 21.
[4] Marianne Talbot, Kiat Praktis Mewujudkan Pernyataan Misi Anda, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2005, hlm . 107.
[5] Dr. Hamzah dkk, Mengelola Kecerdasan dlam Pembelajaran Sebuah Konsep Pembelajaran Berbasis Kecerdasa, Bumi Ksara, Jakarta, 2009, hlm. 59.

2 komentar:

  1. keren banget gan postnya sekedar sharing ada cara mendapatkan penghasilan melalui hobi untuk lebih lengkapnya coba baca di http://www.cariduitonline.net

    BalasHapus
  2. Wow bagus bgt tuh tipsnya.
    Boleh tuh kunjungin website sy jg di abidz4.com hehe

    BalasHapus