MENGISI WAKTU LUANG YANG BERMANFAAT
BAGI MAHASISWA
Oleh: Elly Fatmawati
Waktu
adalah uang. Maksud dari pepatah tersebut yaitu bahwa waktu merupakan
kesempatan yang sangat berharga. Berbicara dengan waktu, adakalanya
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Masih banyak orang yang belum bisa mengatur
waktu dengan baik. Apalagi rasa malas dan malas yang muncul dalam diri mereka.
Ketika merasa enggan untuk melakukan sesuatu,
yang pada akhirnya akan menjadi tertunda. Tidak terasa waktu akan
terbuang sia-sia. Kebiasaan seseorang ketika menunda-nunda pekerjaan itu sebuah
kebiasaan yang muncul akibat dari pengalaman sebelumnya. Penyebab dari kurangnya
sikap disiplinlah yang akibatnya akan memicu dampak yang buruk untuk kedepan.
Baik
buruknya dan sukses tidaknya seseorang dipicu dari berhasil tidaknya dalam
pemanfaatan waktu luang selama hidupnya.
Waktu
adalah kehidupan. Waktu merupakan bagian dari modal. Karena itu ketika
alternatif yang ada sama-sama memiliki kelebihan maka alternatif yang sesuai
dengan waktu yang tersedia adalah yang terbaik.[1]
Masa
SMA memang sangatlah berbeda dengan kuliah di perguruan tinggi. Ketika di SMA jadwal
pelajaran masih dipadukan atau disamakan dalam satu kelas. Sementara di
perguruan tinggi jadwal makul sudah berbeda dengan mahasiswa satu sama lain. Ketika
kuliahpun, banyak waktu luang yang masih tersisa. Dalam satu minggu bisa jadi
hanya 4 hari dalam mengikuti perkuliahan, sedangkan di SMA wajib mengikuti
pelajaran satu minggu full. Dengan
demikian banyak waktu yang dimiliki mahasiswa untuk mengembangkan bakat dengan
memanfaatkan waktu luang.
Mahasiswa
belajar di perguruan tinggi dengan tujuan untuk menjalani pendidikan dengan
harapan dapat menguasai ilmu dalam bidang yang diambil dan berusaha untuk tidak
mengecewakan kedua orang tuanya. Berangkat dan hanya bertatap muka dengan dosen
di kelas tidak cukup untuk membekali pengetahuan mereka, melainkan mahasiswa
juga harus mencari pengetahuan dan keterampilan di luar kelas maupun luar
kampus. Banyak waktu yang dimiliki mahasiswa untuk mencari pengetahuan
sebanyak-banyaknya guna membekali diri di berbagai bidang yang ingin ditekuni.
Rasa
malas dan menunda-nunda dalam melakukan sesuatu kerap terjadi. Banyak waktu
terbuang sia-sia akibat dari kebiasaan tersebut. Kedisiplinan seseorang itu
sangat penting, karena dengan sikap disiplin mampu mengatur waktu dengan
sebaik-baiknya. Pada umumnya mahasiswa kurang bisa mengatur waktu untuk kegiatan
yang bermanfaat. Banyak aktivitas yang mereka lakukan tidak berguna dan hanya
membuang-buang waktu saja. Kegiatan tersebut seperti bermain game, nonton film,
keluyuran tanpa tujuan, nongkrong-nongkrong di pinggir jalan sehingga waktupun
terbuang sia-sia.
Setiap
orang wajib mengambil keputusan terhadap apa yang harus dilakukan. Sehingga
dengan begitu Ia mampu melaksanakan apa yang diputuskan dengan penuh semangat.[2]
Keputusan
itulah yang mengantarkan mahasiswa mengubah kebiasaan lama yang kurang bermakna
dengan memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal positif yang dapat membangun
karakter baik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Caranya dengan menumbuhkan
kesadaran bahwa waktu tidak akan kembali
lagi sehingga mau tidak mau harus mengerjakan pekerjaan pada saat itu juga.
Dalam menumbuhkan semangat tersebut bisa menjadikan aktivitas hiburan sebagai
hadiah bila telah menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Melalui
kerja, seseorang mendapatkan identitasnya karena kerja adalah salah satu cara
yang utama dimana seseorang memperoleh statusnya dalam suatu kelompok. Lagi
pula kerja yang menyediakan sarana utama bagi interaksi sosial dalam
masyarakat. Terlebih bagi segolongan orang mungkin kerja merupakan satu-satunya
sarana untuk membentuk hubungan sosial.[3]
Bagi
mahasiswa, dalam menghargai waktu agar tidak terbuang sia-sia dengan melakukan
kegiatan yang bermanfaat yaitu bisa membaca Al Qur’an, membaca buku, mengunjungi
perpustakaan, berorganisasi, menulis, dan masih banyak lagi kegiatan yang
bermanfaat guna menggapai sebuah sasaran yang ingin dicapai dan dicita-citakan.
Bila
sasaran harus dicapai maka pemberian tanggung jawab atas pencapaian
keberhasilan mereka di atas pundak seorang individu tertentu selalu merupakan
gagasan yang baik.[4]
Pencapaian
dikatakan berhasil ketika mahasiswa mampu menjadikan dirinya sukses. Karena
kesuksesan masa depan ditentukan dari sekarang dengan menjadikan waktu sebagai
persiapan menyongsong keberhasilan dengan memanfaatkannya untuk kegiatan yang
lebih penting.
Manusia
adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Kalimat tersebut sering menjadi satu
pertanyaan bagi mereka yang belum menyadari bahwa manusia diberikan sebuah
fasilitas yang sangat mewah oleh Tuhan. Manusia diberikan fasilitas tersebut
untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu fasilitas
yang banyak memberikan kontribusi dalam berfikir adalah otak.[5]
Oleh karena itu sebagai mahasiswa
harus bisa menggunakan otaknya untuk berfikir lebih positif dan maju, tidak
hanya membuang-buang waktu saja tetapi harus bisa membaginya dan menjadikan
dirinya sebagai calon pemimpin yang baik, mempunyai banyak pengalaman dengan
menyibukkan diri sebagai mahasiswa yang kreatif. Mahasiswa yang kreatif yaitu mahasiswa
yang mampu menyusun strategi dalam menentukan keberhasilan masa depan. Secara
khusus, banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu kecerdasan, bakat,
ketrampilan dan kecakapan, kemampuan dan minat, motivasi, kesehatan, kebutuhan
biologis, kepribadian, cita-cita dan tujuan. Untuk itu, setiap individu harus mampu
mengmbil keputusan demi kebaikan masa depan.
Banyak
waktu luang yang sebenarnya kita miliki. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.
Bila kita bisa memanfaatkannya dengan baik, maka banyak keuntungan yang kita
peroleh. Keuntungan tersebut yang mengantarkan kita menuju gerbang kesuksesan.
Kesuksesan merupakan suatu hal yang dicita-citakan oleh setiap orang. Bahkan
demi mencapai kesuksesan mereka rela mengeluarkan uang banyak demi meraih apa
yang ingin dicapainya.
Pencapaian
itulah yang sulit untuk dikejar. Selain kita harus belajar, kita juga harus
bersungguh-sungguh dalam memotivasi diri untuk menjadi yang terbaik dengan
mengikuti kegiatan yang mendukung untuk masa depan. Ketika yakin akan
keberhasilan, maka kita akan mempunyai banyak jalan untuk sampai di depan sana.
Selain tidak rugi, kita juga akan merasakan manfaatnya dari kegiatan-kegiatan
yang dilakukan dengan rasa tanggung jawab dan sungguh-sungguh dalam
melakukannya.
Banyak
manfaat ketika kita bisa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Dengan kata
lain ketika kita mampu memanfaatkan waktu yang biasanya diabaikan, sebenarnya ada
banyak hikmah yang bisa diambil. Manfaatnya kita akan di latih untuk lebih
disiplin sehingga mampu menggunakan waktu secara efisien. Membuat untuk
mengenali diri sendiri tentang bakat dan minat yang sebelumnya belum diketahui
oleh diri kita. Selain itu, sebagai sarana belajar dan pengembangan potensi
yang kita miliki serta diajarkan untuk lebih disiplin dalam mengerjakan
sesuatu.
Bakat
dan minat seseorang dipengaruhi oleh diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Ketika yakin akan bakat dan minat kita, kita yakin dengan apa yang akan
dilakukan kedepannya akan lebih mudah untuk melaluinya. Seperti halnya
lingkungan juga sangat berpengaruh dalam pengembangan bakat dan minat. Ketika
lingkungan sekitar mendukung, maka kita akan lebih mudah dalam melakukan proses
pengembangan tersebut.
Oleh
karena itu, sebagai mahasiswa harus pandai-pandai dalam mengatur waktu. Tidak
hanya belajar di kelas saja namun harus mencari kesibukan untuk hal yang
bermanfaat sebagai pengembangan pengetahuan yang dimiliki. Karena pada akhirnya
semata-mata hanya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Semakin kita
pandai memanfaatkan waktu semakin kita hidup lebih disiplin dan bertanggung
jawab. Sehingga kita tidak akan membuang waktu dengan sia-sia namun kita lebih
menghargai waktu luang dengan kegiatan yang positif dan bermakna.
[1] DR. Akram Ridha, Jangan Menyesal Kiat Mengambil Keputusan
Efektif, terj. Khalifurrahman Fath, Khalifa (Pustaka Al-Kautsar Group),
Jakarta, 2005, hlm. 202.
[2] Ibid., hlm. 60.
[3] Dra. Kartini Kartono, Menyiapkan dan Memandu Karier, CV.
Rajawali, Jakarta, 1991, hlm. 21.
[4] Marianne Talbot, Kiat Praktis Mewujudkan Pernyataan Misi Anda,
Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2005, hlm . 107.
[5] Dr. Hamzah dkk, Mengelola Kecerdasan dlam Pembelajaran
Sebuah Konsep Pembelajaran Berbasis Kecerdasa, Bumi Ksara, Jakarta, 2009,
hlm. 59.
keren banget gan postnya sekedar sharing ada cara mendapatkan penghasilan melalui hobi untuk lebih lengkapnya coba baca di http://www.cariduitonline.net
BalasHapusWow bagus bgt tuh tipsnya.
BalasHapusBoleh tuh kunjungin website sy jg di abidz4.com hehe