MODUL
PEMBELAJARAN
PENTINGNYA MEMPUNYAI SIFAT KEJUJURAN
Disusun
guna memenuhi tugas
Mata
Kuliah : Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu : Eva Palupi, S. Psi.

Disusun oleh:
Elly Fatmawati (11512083)
JURUSAN
TARBIYAH
PENDIDIKAN
GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)
SALATIGA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan hidayah, taufik, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga kami
bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan ridho-Nya. Syukur Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan modul ini sesuai dengan rencana. Modul ini saya beri judul “Pentingnya Mempunyai Sifat Jujur” dengan harapan semoga
modul ini dapat memberikan manfaat khususnya untuk diri saya sendiri dan juga untuk para pembaca.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW. Karena beliau adalah salah satu figur umat yang mampu
memberikan syafa’at kelak di hari kiamat.
Selanjutnya saya mengucapkan banyak
terima kasih kepada Ibu Eva Palupi, S. Psi. selaku dosen pengajar mata
kuliah Bimbingan dan Konseling, yang telah membimbing saya dan kepada semua pihak
yang terlibat dalam pembuatan modul ini hingga selesai.
Semoga modul ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca
khususnya para mahasiswa STAIN Salatiga. Saya sadar bahwa modul ini masih banyak kekurangan
dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen
pembimbing saya meminta masukannya demi
perbaikan pembuatan modul ini di masa yang
akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Salatiga, Januari
2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................................
ii
DAFTAR
ISI...........................................................................................................................
iii
BAB
I. LATAR BELAKANG................................................................................................
1
BAB
II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................
3
A. Pengertian
Kejujuran.....................................................................................................
3
B. Manfaat
Kejujuran.........................................................................................................
4
C. Bentuk-bentuk
Kejujuran.............................................................................................
5
D. Ciri-ciri
Orang yang Jujur.............................................................................................
6
E. Cara
Menanamkan Diri Agar selalu Jujur.....................................................................
6
F. Tindakan
yang Merusak Kejujuran...............................................................................
7
G. Akibat
Tidak Memiliki Sifat Kejujuran........................................................................
9
BAB
III. RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN....................................................
10
A.
Kompetensi Dasar.......................................................................................................
10
B.
Indikator Kompetensi..................................................................................................
10
C.
Cara pengukuran Kompetensi.....................................................................................
10
D.
Metode Pembelajaran..................................................................................................
11
E.
Waktu yang dibutuhkan..............................................................................................
12
F.
Kegiatan Belajar 1.......................................................................................................
13
G.
Kegiatan Belajar 2.......................................................................................................
13
H.
Penutup........................................................................................................................
15
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................
16
BAB I
LATAR BELAKANG
Zaman sekarang yang semakin berkembangnya teknologi berdampak pada pola
pikir yang serba cepat dan instan. Memang semakin maju dan semakin baik, tetapi
disisi lain ada dampak negatif yang sedang melanda negara kita, tentunya Negara
Indonesia tercinta. Masalahnya ialah bencana korupsi, kolusi, nepotisme. Salah
satu faktor bencana korupsi tersebut karena tidak adanya sikap jujur dari dalam
diri para pejabat pemerintahan, yang serba instan membuat sikap jujur jarang
diterapkan.
Berbicara tentang jujur, kejujuran masih berkaitan dengan etika. Etika
menjadikan seseorang mampu membedakan antara mana yang benar dan mana yang
salah. Dengan etika, seseorang akan menjadi insan yang memiliki keluhuran budi
pekerti. Di dalam etika ini terkandung unsur kejujuran, kehormatan, tanggung
jawab, keadilan, kepedulian dan citizenship (berperan aktif dalam mengembangkan
komunitas sekitar). Pribadi Jujur Menjadi pribadi yang tidak jujur tentu berisiko
namun terkadang menjadi pribadi yang jujur justru mengandung risiko yang jauh
lebih besar. Mulai dari dianggap sok idealis, tidak disukai, ditolak dalam
lingkungan pergaulan dan lingkungan pekerjaan hingga disingkirkan, baik secara
halus atau secara kasar. Namun dalam jangka panjang bersikap jujur tentu lebih
baik daripada tidak jujur.
Untuk menerapkan sikap jujur kepada seseorang, lebih baik di ajarkan ketika
masih dini. Dengan kebiasaan bersikap jujur dari kecil, sifat kejujuran pada
diri seseorang akan tertanam dan sudah menjadi pribadi seseorang tersebut. Menerapkan
sikap jujur kepada anak sebenarnya tidaklah sulit. Dimulai dengan niat yang
sungguh-sungguh dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, maka sifat itu akan
tertanam pada diri mereka dengan sendirinya.
Sikap jujur diperlukan tidak hanya pada kemampuan
diri sendiri dan lawan, namun juga terhadap keadaan. Akan ada saat dimana anak
telah berusaha keras, namun ternyata lawan lebih unggul. Atau, tidak dapat
dihindari adakalanya anak mempunyai kemampuan lebih namun karena pertandingan
yang tidak sehat maka kemenangan pun tidak dapat diraih. Bagaimanapun juga,
anak mesti terbuka wawasannya pada setiap kemungkinan. Yang utama, orang tua
mesti memantapkan rasa percaya diri anak melalui proses perjuangan dalam setiap
kompetisi. Selama proses tersebut berjalan dengan jujur dan usaha yang
dilakukan sudah maksimal, maka itu sudah merupakan kemenangan dan prestasi bagi
si anak yang akan membuat bangga orang tuanya. Dengan demikian, jika keberhasilan
belum ada di pihaknya anak tidak akan merasa rendah diri dan marah, yang akan
mengantarnya pada keterpurukan dan konsep diri yang negatif.
Mengajarkan sikap jujur kepada anak itu sangat
penting. Karena, sikap jujur akan menjadikan mereka menjadi pribadi yang luhur.
Dengan adanya sifat kejujuran itu, di dalam hidupnya anak akan menjadi orang yang bisa dipercaya,
menjadi teladan bagi orang sekitar, dan
menjadi sahabat terbaikbagi diri sendiri.
Oleh karena itu, dengan penjabaran di atas penyusun
memilih untuk menyusun modul mengenai Pentingnya Mempunyai Sifat Kejujuran.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Pengertian
Kejujuran
Dari kamus umum Bahasa Indonesia, jujur yaitu lurus hati, tidak curang,
atau orang-orang yang disegani.[1]
Dalam bahasa Arab, Jujur merupakan terjemahan dari kata shidiq yang artinya
benar, dapat dipercaya. Dengan kata lain, jujur
adalah perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran. Jujur merupakan
induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). Jujur juga disebut dengan
benar, memberikan sesuatu yang benar atau sesuai dengan kenyataan.[2]
Kejujuran adalah mengatakan yang
sebenar-benarnya, orang yang jujur adalah orang yang suci dalam pikiran dan
perkataannya. Kejujuran merupakan bagian dari sifat positif manusia. Kejujuran
itu bagian dari harga diri yang harus dijaga karena bernilai tinggi.[3]
Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang
yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya.
Seorang yang berbuat riya’ tidaklah dikatakan sebagai orang yang jujur karena
dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di
dalam batinnya). Begitu pula orang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang
yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid,
padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah; secara
lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia berbeda
dengan Nabi. Jelasnya, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman,
sedangkan lawannya dusta, merupakan sifat orang kyang munafik.
Kejujuran
merupakan jantungnya amanah. Sifat amanah tidak lepas dari sifat jujur. Dapat
dikatakan bahwa kejujuran merupakan pilar utama dalam mengemban amanah. Tidak
mengkhianati amanah merupakan bentuk komitmen dalam mengemban amanah, terutama
berkaitan dengan kejujuran.[4]
B.
Manfaat
Kejujuran
Beberapa manfaat dari bersikap
jujur, yaitu sebagai berikut:[5]
1.
Hidup tenang
Jikalau kita sering jujur, maka
tidak akan ada rasa khawatir / merasa bersalah atas sikap yang kita lakukan.
Selain itu, kita juga bisa menabung untuk masuk surga
2.
Mendapat pekerjaan
Jika kita menjadi orang yang jujur,
maka kita dapat dipercaya orang lain dalam melakukan suatu hal. Selain itu,
aura yang keluar juga akan terlihat positif.
3.
Banyak teman
Kejujuran membuat orang-orang
disekitar kita akan senang dengan kita. Mereka menganggap kalau kita adalah
orang yang dapat dipercaya.
4.
Memperoleh kesuksesan
Dengan memiliki sifat jujur orang
akan memperoleh kesuksesan. Contoh : ada seorang pengusaha yang sukses. Ia bisa
sukses karena Ia bisa dipercaya oleh banyak orang. Para klien pun akan
berdatangan dan merasa senang karena proyeknya ditangani oleh orang yang jujur.
5.
Memiliki nama baik
Jikalau kita sering berbuat jujur,
maka akan banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Jika banyak orang yang
mengetahui hal tersebut mungkin diluar mereka akan membicarakan tentang
kejujuranmu.
6.
Pedoman
Jika kita sering jujur, maka kita
akan menjadi pedoman bagi banyak orang.
C.
Bentuk-bentuk
Kejujuran
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kegiatan yang harus dilakukan dengan
penuh kejujuran. Seorang siswa harus berlaku jujur pada dirinya ketika ia
melaksanakan ujian, tanpa kejujuran ia tidak akan tumbuh menjadi anak yang
baik.
Berikut ini adalah bentuk-bentuk dari kejujuran:[6]
1.
Jujur dalam niat dan kemauan.
Dalam Islam
setiap aktivitas senantiasa didasarkan pada niat orang yang melakukan kegiatan
tersebut. Oleh karena itu, suatu aktivitas akan bermanfaat dan bernilai ibadah
apabila niatnya tulus ikhlas karena Allah. Niat merupakan inti dari segala
aktivitas sementara kejujuran merupakan kuncinya. Kalau suatu amal tercampuri
dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya
bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada
Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan seorang dermawan. Allah
menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan mereka tetapi pada niat
dan maksud mereka.
2.
Jujur dalam ucapan.
Nabi mengatakan
bahwa salah satu yang dapat menyelamatkan manusia adalah apabila ia dapat
menjaga lisanya. Artinya bahwa jujur dalam ucapan merupakan alat yang dapat
menjaga manusia dari kebinasaan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya,
tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar dan jujur dalam ucapan
merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan jelas di antara macam-macam
kejujuran.
3. Jujur dalam tekad dan menepati janji.
Contohnya seperti ucapan seseorang, “Jikalau Allah memberikan kepadaku
harta, aku akan membelanjakan semuanya di jalan Allah.” Maka yang seperti ini
adalah tekad. Terkadang benar, tetapi adakalanya juga ragu-ragu atau dusta.
4. Jujur dalam perbuatan.
yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara
amal lahir dengan amal batin.
5.
Jujur dalam kedudukan agama.
Ini adalah
kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan
pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakal. Hal ini mempunyai landasan yang
kuat, dan akan tampak kalau dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau seseorang
menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan dikatakan orang ini adalah benar
dan jujur.
D.
Ciri-ciri
orang yang Jujur
Berikut ini adalah
ciri-ciri orang yang mempunyai sifat jujur, yaitu:[7]
1.
Tidak bersikap pura-pura.
2.
Berkata apa adanya.
3.
Tidak berkata bohong.
4.
Tidak menipu diri sendiri maupun orang lain.
5.
Mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain.
6.
Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang
lain.
7.
Dapat mengemban kepercayaan dari orang tua dan
keluarga.
8.
Tidak membohongi diri sendiri dan orang lain.
9.
Tidak mengambil hak milik orang lain.
10. Tidak merugikan orang lain.
E.
Cara
Menanamkan Agar Selalu Jujur
Ada beberapa cara agar selalu bersikap jujur, yaitu
sebagai berikut:[8]
1. Mencari teman yang jujur dan menghindari teman yang
buruk.
2. Mencari lingkungan yang jujur dan menghindari
lingkungan yang buruk.
3. Mengingat selalu dampak buruk dari ketidakjujuran.
4. Selalu ingat
kepada sang Pencipta.
Dengan hidup
dilingkungan masyarakat yang baik dan kondusif, juga akan memberikan kita suatu
sikap hidup yang menuntut untuk selalu bersikap jujur. Selalu mengingat dampak
yang timbul disetiap perbuatan, tentunya kita akan selalu berhati-hati dalam
bertindak. Disetiap langkah kaki, disetiap gapaian tangan pasti ada resiko yang
menghadang. Entah itu kecil atau besar. Yang terakhir dan yang terpenting ialah
kita selalu mengingat kepada Allah SWT. Dengan begitu kita selalu berpikir
panjang saat ingin melakukan tindakan yang ada dampak positif maupun negatif.
F.
Tindakan
yang Merusak Kejujuran
Berikut ini merupakan contoh-contoh perbuatan yang
melanggar norma kejujuran, nilai-nilai moral dan agama, yaitu:[9]
1. Mencuri.
Mencuri atau
mengambil barang yang bukan hak kita, merupakan tindakan melanggar norma
kejujuran. Pemilik barang yang sah pasti merasa terpukul karena kehilangan
barang kesayangannya. Mungkin barang yang berharga memiliki nilai sejarah
tersendiri bagi pemiliknya. Manusia biasa pun bisa tergoda ingin mencuri ketika
ada kesempatan dan kelemahan iman.
2. Bohong.
Bohong
adalah salah satu perusak nilai kejujuran. Bohong bisa saja terjadi karena
faktor lingkungan yang mempengaruhi anak untuk berbohong. Kebohongan yang
dipelihara terus-menerus bisa merusak karakter manusia, si pembohong bahkan
bisa menjadi psikopat. Sekali berbohong dia akan berbohong kedua kali untuk
menutup kebohonganya yang pertama. Dan terus berbohong untuk menutupi omongan
kosongannya. Bohong adalah lingkaran setan yang pasti sulit di hentikan.
3. Manipulasi.
Manipulasi
merupakan kegiatan untuk merekayasa fakta yang sebenarnya. Apapun alasannya,
tindakan manipulasi sangat bertolak belakang dengan norma kejujuran dan agama.
Contoh manipulasi adalah mark up proyek pembangungan, mark up
pengadaan barang. Jadi nilai barang digenjot naik melebih nilai beli aslinya.
Agar ada selisih harga, jadi ketika dana cair, selisihnya harganya dipakai
untuk kepentingan pribadi. Manipulasi menjadi racun pembangunan di Indonesia,
mental oknum seperti ini hanya mementingkan urusan pribadinya tanpa memikirkan
kepentingan pembangunan bangsa.
4. Korupsi.
Salah satu
tindakan illegal yang menerjang tataran norma kejujuran antara lain korupsi.
Istilah melayu nya rasuah. Korupsi atau rasuah adalah penyakit akut yang sedang
menggrogoti Indonesia. Korupsi ibarat penyakit kanker yang menyebar keseluruh
institusi di Indonesia. Wuih berat juga kelihatnya. Mengelola dana
milik masyarakat Indonesia adalah amanah yang luar biasa berat. Namun jika
amanah itu dikelola dengan benar insyallah itu adalah ibadah yang dijanjikan
pahala yang luar biasa besar oleh Allah Swt. Tapi sayangnya sebagian oknum pemerintah
pada gelap mata ketika diberi mandat mengurus hal yang berkaitan dengan dana
besar, mereka tergoda mencuri barang yang bukan haknya.
5. Ingkar
janji.
Janji adalah
hutang dan yang namanya hutang itu harus dibayar. Demikian juga dengan janji ya
harus di tepati. Karena setiap janji yang dikeluarkan dari mulut, didengar oleh
Allah dan disaksikan oleh malaikat. Orang yang sering ingkar janji disebut juga
pembohong, memang gampang mengumbar janji, tapi ketika menepati janji bukanlah
perkara mudah, inilah yang sering terjadi pada setiap kampanye pemimpin daerah,
dan kampanye legislatif saat pemilu. Penyakit ingkar janji masih menjadi
masalah besar dari pemimpin di Indonesia.
G.
Akibat
Tidak Memiliki Sifat Kejujuran
Berikut ini merupakan dampak buruk dari seseorang yang
tidak memiliki sifat jujur.. Yang jelas akibatnya merugikan diri sendiri dan
merusakan nama baik keluarga dan komunitas, yaitu:[10]
1. Hilang
kepercayaan.
Salah satunya adalah hilangnya kepercayaan dari
masyarakat atau orang-rang di sekelilingnya. Kalau sudah terbukti bohong atau
mencuri, pasti tindakan dan ucapan tersangka bakalan dicurigai maupun diacuhkan
sama sekali.
2. Susah naik
pangkat.
Demikian juga risiko yang bakal dihadapi oleh pegawai
yang terbukti melakukan kebohongan dan pelanggaran aturan di kantor swasta
maupun pemerintah, bakalan kesulitan naik pangkat dan jabatan.
3. Dosa.
Dosa adalah
hukuman dari Tuhan kepada manusia yang melanggar larangan dan perintahnya.
Berbohong merupakan tindakan yang berdosa besar karena melanggar norma agama.
Takaran dosa berbeda bisa besar atau kecil tergantung pada tindakan.
BAB III
RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN
A.
Kompetensi
Dasar
Setelah mempelajari
topik ini yaitu tentang kejujuran siswa diharapkan mampu memahami:
1. Pengertian
kejujuran
2. Manfaat
kejujuran
3. Bentuk-bentuk
kejujuran
4. Ciri-ciri
orang yang jujur
5. Cara
menanamkan diri agar selalu jujur
6. Tindakan
yang merusak kejujuran
7. Akibat
tidak memiliki sifat kejujuran
B.
Indikator
Kompetensi
Tujuan dari
pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memaparkan atau menjelaskan tentang:
1. Pengertian
kejujuran
2. Manfaat
kejujuran
3. Bentuk-bentuk
kejujuran
4. Ciri-ciri
orang yang jujur
5. Cara
menanamkan diri agar selalu jujur
6. Tindakan
yang merusak kejujuran
7. Akibat
tidak memiliki sifat kejujuran
C.
Cara
PengukuranKompetensi
Untuk mengetahui
seberapa besar kompetensi atau pencapaian siswa, dengan cara:
1. Siswa
menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi
2. Siswa
memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
D.
Metode
Pembelajaran
Metode pembelajaran yang digunakan
yaitu:
1. Ceramah
Sebelum
memberikan pertanyaan kepada siswa, guru memberikan penjelasan tentang materi
yang disampaikan. Guru menjelaskan materi dengan memberikan contoh yang terkait
dengan materi yang dijelaskan.
2. Diskusi
tanya jawab
Setelah
guru menjelaskan materi yang diajarkan, kemudian tugas guru memberi pertanyaan
kepada siswa tentang materi yang sudah di jelaskan. Atau dengan cara membagi
kelompok, kemudian masing-masing kelompok di beri soal kemudian disuruh
menjawab soal dengan lisan.
3. Games
Untuk memudahkan anak usia sekolah dasar dalam
memahami nilai-nilai kejujuran maka alternatifnya materi disampaikan harus
menyesuaikan dengan dunianya. Dunia anak sangat sarat dengan permainan. Tak ada
hari tanpa bermain. Bermain merupakan cara yang paling baik bagi anak usia
sekolah dasar untuk mengembangkan semua kemampuannya. Melalui bermain anak
memperoleh dan memproses informasi belajar hal-hal baru dan melatih melalui
ketrampilan yang ada. Pada saat anak bermain, anak akan memperoleh pengalaman
yang sangat berharga untuk menuju proses kedewasaannya kelak.
Contoh games:
Permainan cublak-cublak suweng.
Dalam
permainan cublak-cublak suweng, terdapat nilai-nilai kejujuran yang secara
tidak sadar terkandung didalamnya. Nilai kejujuran tersebut adalah dimana saat
pemain dadi (pemain yang jadi) menebak posisi jatuhnya uwer di beberapa tangan
pemain mentas, maka pemain mentas atau pemain yang memegang uwer atau tidak,
harus berterus terang entah itu memegang atau tidak. Pemain mentas yang
memegang uwer dan tertebak oleh pemain dadi maka ia harus menyatakan bahwa uwer
ada di tangannya tidak boleh berbohong.
4. Lagu
Memperkenalkan lagu yang terkait dengan materi yang di
ajarkan yang kemudian di nyanyikan bersama-sama sebelum pulang. Tujuannya agar
siswa selalu ingat dengan materi yang sudah diajarkan.
Contoh lagu yang terkait dengan kejujuran.[11]
Jujur , Itu Aku
(dengan nada Hallo Hallo Bandung)
Jujur, Itu aku
Mengatakan yang sebenarnya
Jujur, Itu aku
Bersifat apa adanya
Jujur, itu aku
Aku dapat dipercaya
Marilah kita semua bersifat
jujur
Menjadi orang yang baik
E.
Waktu
yang Dibutuhkan
Lama waktu pembelajaran yang dibutuhkan : 2 x 45 menit
Pengantar materi : 10 menit
Ceramah :
25 menit
Diskusi tanya jawab :
20 menit
Games :
20 menit
Lagu :
10 menit
Penutup materi : 5 menit
F.
Kegiatan
Belajar 1
Sebelum
pelajaran dimulai, ketua kelas disuruh menyiapkan dan berdo’a bersama-sama.
Kemudian sebelum guru memulai
menyampaikan materi, guru menyinggung materi minggu lalu untuk mengulang
kembali dengan memberikan pertanyaan atau soal tentang materi yang sudah
diajarkan.
G.
Kegiatan
Belajar 2
Materi utama yang disampaikan:
1. Pengertian
kejujuran
Kejujuran
adalah mengatakan yang sebenar-benarnya, orang yang jujur adalah orang yang
suci dalam pikiran dan perkataannya.
2. Manfaat
kejujuran, yaitu:
a. Hidup
tenang
b. Mendapat
pekerjaan
c. Mempunyai
banyak teman
d. Memperoleh
kesuksesan
e. Memiliki
nama baik
f. Sebagi
pedoman
3. Bentuk-bentuk
kejujuran, yaitu:
a. Jujur
dalam niat dan kemauan
b. Jujur
dalam ucapan
c. Jujur
dalam tekad dan menepati janji
d. Jujur
dalam perbuatan
e. Jujur
dalam kedudukan agama
4. Ciri-ciri
orang yang jujur
a.
Tidak bersikap pura-pura
b.
Berkata apa adanya
c.
Tidak berkata bohong
d.
Tidak menipu diri sendiri maupun orang lain
e.
Mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain
f.
Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang
lain
g.
Dapat mengemban kepercayaan dari orang tua dan keluarga
h.
Tidak membohongi diri sendiri dan orang lain
i.
Tidak mengambil hak milik orang lain
j.
Tidak merugikan
orang lain
5. Cara
menanamkan diri agar selalu jujur
a.
Mencari teman
yang jujur dan menghindari teman yang buruk
b.
Mencari
lingkungan yang jujur dan menghindari lingkungan yang buruk
c.
Mengingat
selalu dampak buruk dari ketidakjujuran
d.
Selalu ingat kepada sang Pencipta
6. Tindakan
yang merusak kejujuran
a. Mencuri
b. Bohong
c. Manipulasi
d. Korupsi
e. Ingkar
janji
7. Akibat
tidak memiliki sifat kejujuran
a. Hilang
kepercayaan
b. Susah
naik pangkat
c. Dosa
Soal atau uraian :
1. Jelaskan
yang dimaksud dengan kejujuran?
Jawab:.................................................................................................
2. Sebutkan
ciri-ciri orang yang bersikap jujur?
Jawab:.................................................................................................
3. Apa
saja tindakan yang dapat merusak kejujuran dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab:.................................................................................................
4. Apa
akibatnya jika seseorang tidak mempunyai sifat kejujuran?
Jawab:.................................................................................................
5. Apa
manfaat kita bersikap jujur?
Jawab:.................................................................................................
H.
Penutup
Proses
pembelajaran yang dilakukan memuat kompetensi dasar yang di dalamnya berisi
pengetahuan dan keterampilan apa saja yang ingin dicapai. Kemudian indikator
kompetensi yang berisi tentang penjelasan tujuan yang telah ditetapkan pada
kompetensi dasar. Selanjutnya cara pengukuran kompetensi yang berisi tentang
penjelasan bagaiman guru mengetahui kompetensi yang dicapai siswa. Selain itu
dalm proses pembelajaran juga terdapat metode yang dilakukan, yaitu ceramah,
diskusi tanya jawab, games dan pemberian lagu. Waktu yang diperlukan 2 x 45
menit. Sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan pengantar atau pendahuluan
selama 5 menit. Setelah itu siswa diberi soal atau uraian mengenai materi
mengenai materi yang terkait untuk tugas mereka.
Dengan
adanya modul ini diharapkan bisa membantu guru dan siswa untuk melaksanakan
proses pembelajaran. Dan dengan rancangan modul ini guru bisa melaksanakan
pembelajaran dengan terencana dan efektif serta menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayatullah
M. Furqon. 2009. Guru Sejati: Membangun
Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka
Poerwdarminta.
W. J. S.2006. Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka
[1] W.J.S.
Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa
Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka, 2006. Hlm.496
[2]
http://wartatnh.blogspot.com/2012/04/manfaat-kejujuran.html
[3] http://lib.unnes.ac.id/2638/
[4] M.
Furqon Hidayatullah. Guru
Sejati:Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma
Pustaka. 2009. Hlm. 44-45
[5]
http://wartatnh.blogspot.com/2012/04/manfaat-kejujuran.html
[6] http://ukhuwahislah.blogspot.com/2013/12/makalah-jujur-dalam-perkataan-dan.html
[7]
http://anggunragil.blogspot.com/2013/10/pentingnya-perilaku-jujur-dalam.html
[8] http://aryfpersetan.blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-tetang-jujur.html
[9] http://kalimatmotivasiku.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-arti-sebuah-kejujuran.html
[10] Ibid.,
[11] http://belajar.indonesiamengajar.org/2012/06/jujur-itu-aku-pkn-2-sd/
MGM, Slots & Casinos: Where to Play in Maryland
BalasHapusFor the uninitiated, the MGM 논산 출장마사지 slots are a fun game to play 인천광역 출장샵 as they have 양주 출장안마 a familiar theme, from the Joker 성남 출장샵 to the 성남 출장샵 Joker, and the Joker's