Jumat, 24 Januari 2014

MODUL PEMBELAJARAN PENTINGNYA MEMPUNYAI SIFAT KEJUJURAN


MODUL PEMBELAJARAN
PENTINGNYA MEMPUNYAI SIFAT KEJUJURAN

Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah :   Bimbingan dan Konseling
Dosen   Pengampu : Eva Palupi, S. Psi.


Disusun oleh:
Elly Fatmawati        (11512083)


JURUSAN TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) SALATIGA 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan hidayah, taufik, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga kami bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan ridho-Nya. Syukur Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan modul ini sesuai dengan rencana. Modul ini saya beri judul Pentingnya Mempunyai Sifat Jujur dengan harapan semoga modul ini dapat memberikan manfaat khususnya untuk diri saya sendiri dan juga untuk para pembaca.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Karena beliau adalah salah satu figur umat yang mampu memberikan syafa’at kelak di hari kiamat.
Selanjutnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Eva Palupi, S. Psi. selaku dosen pengajar mata kuliah Bimbingan dan Konseling, yang telah membimbing saya dan kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan modul ini hingga selesai.
Semoga modul ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa STAIN Salatiga. Saya  sadar bahwa modul ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  modul  ini di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.




Salatiga,  Januari 2014


Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii
BAB I. LATAR BELAKANG................................................................................................ 1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................ 3
A.    Pengertian Kejujuran..................................................................................................... 3
B.     Manfaat Kejujuran......................................................................................................... 4
C.    Bentuk-bentuk Kejujuran.............................................................................................  5
D.    Ciri-ciri Orang yang Jujur............................................................................................. 6
E.     Cara Menanamkan Diri Agar selalu Jujur..................................................................... 6
F.     Tindakan yang Merusak Kejujuran............................................................................... 7
G.    Akibat Tidak Memiliki Sifat Kejujuran........................................................................ 9
BAB III. RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN.................................................... 10
A.    Kompetensi Dasar....................................................................................................... 10
B.     Indikator Kompetensi.................................................................................................. 10
C.     Cara pengukuran Kompetensi..................................................................................... 10
D.    Metode Pembelajaran.................................................................................................. 11
E.     Waktu yang dibutuhkan.............................................................................................. 12
F.      Kegiatan Belajar 1....................................................................................................... 13
G.    Kegiatan Belajar 2....................................................................................................... 13
H.    Penutup........................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 16

 
BAB I
LATAR BELAKANG

Zaman sekarang yang semakin berkembangnya teknologi berdampak pada pola pikir yang serba cepat dan instan. Memang semakin maju dan semakin baik, tetapi disisi lain ada dampak negatif yang sedang melanda negara kita, tentunya Negara Indonesia tercinta. Masalahnya ialah bencana korupsi, kolusi, nepotisme. Salah satu faktor bencana korupsi tersebut karena tidak adanya sikap jujur dari dalam diri para pejabat pemerintahan, yang serba instan membuat sikap jujur jarang diterapkan.
Berbicara tentang jujur, kejujuran masih berkaitan dengan etika. Etika menjadikan seseorang mampu membedakan antara mana yang benar dan mana yang salah. Dengan etika, seseorang akan menjadi insan yang memiliki keluhuran budi pekerti. Di dalam etika ini terkandung unsur kejujuran, kehormatan, tanggung jawab, keadilan, kepedulian dan citizenship (berperan aktif dalam mengembangkan komunitas sekitar). Pribadi Jujur Menjadi pribadi yang tidak jujur tentu berisiko namun terkadang menjadi pribadi yang jujur justru mengandung risiko yang jauh lebih besar. Mulai dari dianggap sok idealis, tidak disukai, ditolak dalam lingkungan pergaulan dan lingkungan pekerjaan hingga disingkirkan, baik secara halus atau secara kasar. Namun dalam jangka panjang bersikap jujur tentu lebih baik daripada tidak jujur.
Untuk menerapkan sikap jujur kepada seseorang, lebih baik di ajarkan ketika masih dini. Dengan kebiasaan bersikap jujur dari kecil, sifat kejujuran pada diri seseorang akan tertanam dan sudah menjadi pribadi seseorang tersebut. Menerapkan sikap jujur kepada anak sebenarnya tidaklah sulit. Dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, maka sifat itu akan tertanam pada diri mereka dengan sendirinya.
Sikap jujur diperlukan tidak hanya pada kemampuan diri sendiri dan lawan, namun juga terhadap keadaan. Akan ada saat dimana anak telah berusaha keras, namun ternyata lawan lebih unggul. Atau, tidak dapat dihindari adakalanya anak mempunyai kemampuan lebih namun karena pertandingan yang tidak sehat maka kemenangan pun tidak dapat diraih. Bagaimanapun juga, anak mesti terbuka wawasannya pada setiap kemungkinan. Yang utama, orang tua mesti memantapkan rasa percaya diri anak melalui proses perjuangan dalam setiap kompetisi. Selama proses tersebut berjalan dengan jujur dan usaha yang dilakukan sudah maksimal, maka itu sudah merupakan kemenangan dan prestasi bagi si anak yang akan membuat bangga orang tuanya. Dengan demikian, jika keberhasilan belum ada di pihaknya anak tidak akan merasa rendah diri dan marah, yang akan mengantarnya pada keterpurukan dan konsep diri yang negatif.
Mengajarkan sikap jujur kepada anak itu sangat penting. Karena, sikap jujur akan menjadikan mereka menjadi pribadi yang luhur. Dengan adanya sifat kejujuran itu, di dalam hidupnya anak  akan menjadi orang yang bisa dipercaya, menjadi teladan bagi  orang sekitar, dan menjadi sahabat terbaikbagi diri sendiri.
Oleh karena itu, dengan penjabaran di atas penyusun memilih untuk menyusun modul mengenai Pentingnya Mempunyai Sifat Kejujuran.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian Kejujuran
Dari kamus umum Bahasa Indonesia, jujur yaitu lurus hati, tidak curang, atau orang-orang yang disegani.[1]
Dalam bahasa Arab, Jujur merupakan terjemahan dari kata shidiq yang artinya benar, dapat dipercaya. Dengan kata lain, jujur  adalah perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran. Jujur merupakan induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). Jujur juga disebut dengan benar, memberikan sesuatu yang benar atau sesuai dengan kenyataan.[2]
Kejujuran adalah mengatakan yang sebenar-benarnya, orang yang jujur adalah orang yang suci dalam pikiran dan perkataannya. Kejujuran merupakan bagian dari sifat positif manusia. Kejujuran itu bagian dari harga diri yang harus dijaga karena  bernilai tinggi.[3] Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Seorang yang berbuat riya’ tidaklah dikatakan sebagai orang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di dalam batinnya). Begitu pula orang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah; secara lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia berbeda dengan Nabi. Jelasnya, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya dusta, merupakan sifat orang kyang munafik.
Kejujuran merupakan jantungnya amanah. Sifat amanah tidak lepas dari sifat jujur. Dapat dikatakan bahwa kejujuran merupakan pilar utama dalam mengemban amanah. Tidak mengkhianati amanah merupakan bentuk komitmen dalam mengemban amanah, terutama berkaitan dengan kejujuran.[4]
B.     Manfaat Kejujuran
Beberapa manfaat dari bersikap jujur, yaitu sebagai berikut:[5]
1.      Hidup tenang
Jikalau kita sering jujur, maka tidak akan ada rasa khawatir / merasa bersalah atas sikap yang kita lakukan. Selain itu, kita juga bisa menabung untuk masuk surga
2.      Mendapat pekerjaan
Jika kita menjadi orang yang jujur, maka kita dapat dipercaya orang lain dalam melakukan suatu hal. Selain itu, aura yang keluar juga akan terlihat positif.
3.      Banyak teman
Kejujuran membuat orang-orang disekitar kita akan senang dengan kita. Mereka menganggap kalau kita adalah orang yang dapat dipercaya.
4.      Memperoleh kesuksesan
Dengan memiliki sifat jujur orang akan memperoleh kesuksesan. Contoh : ada seorang pengusaha yang sukses. Ia bisa sukses karena Ia bisa dipercaya oleh banyak orang. Para klien pun akan berdatangan dan merasa senang karena proyeknya ditangani oleh orang yang jujur.
5.      Memiliki nama baik
Jikalau kita sering berbuat jujur, maka akan banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Jika banyak orang yang mengetahui hal tersebut mungkin diluar mereka akan membicarakan tentang kejujuranmu.
6.      Pedoman
Jika kita sering jujur, maka kita akan menjadi pedoman bagi banyak orang.
C.    Bentuk-bentuk Kejujuran
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kegiatan yang harus dilakukan dengan penuh kejujuran. Seorang siswa harus berlaku jujur pada dirinya ketika ia melaksanakan ujian, tanpa kejujuran ia tidak akan tumbuh menjadi anak yang baik.
Berikut ini adalah bentuk-bentuk dari kejujuran:[6]
1.      Jujur dalam niat dan kemauan.
Dalam Islam setiap aktivitas senantiasa didasarkan pada niat orang yang melakukan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, suatu aktivitas akan bermanfaat dan bernilai ibadah apabila niatnya tulus ikhlas karena Allah. Niat merupakan inti dari segala aktivitas sementara kejujuran merupakan kuncinya. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan seorang dermawan. Allah menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan mereka tetapi pada niat dan maksud mereka.
2.      Jujur dalam ucapan.
Nabi mengatakan bahwa salah satu yang dapat menyelamatkan manusia adalah apabila ia dapat menjaga lisanya. Artinya bahwa jujur dalam ucapan merupakan alat yang dapat menjaga manusia dari kebinasaan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar dan jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan jelas di antara macam-macam kejujuran.
3.      Jujur dalam tekad dan menepati janji.
Contohnya seperti ucapan seseorang, “Jikalau Allah memberikan kepadaku harta, aku akan membelanjakan semuanya di jalan Allah.” Maka yang seperti ini adalah tekad. Terkadang benar, tetapi adakalanya juga ragu-ragu atau dusta.
4.      Jujur dalam perbuatan.
yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin.
5.      Jujur dalam kedudukan agama.
Ini adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakal. Hal ini mempunyai landasan yang kuat, dan akan tampak kalau dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau seseorang menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan dikatakan orang ini adalah benar dan jujur.

D.    Ciri-ciri orang yang Jujur
Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang mempunyai sifat jujur, yaitu:[7]
1.      Tidak bersikap pura-pura.
2.      Berkata apa adanya.
3.      Tidak berkata bohong.
4.      Tidak menipu diri sendiri maupun orang lain.
5.      Mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain.
6.      Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang lain.
7.      Dapat mengemban kepercayaan dari orang tua dan keluarga.
8.      Tidak membohongi diri sendiri dan orang lain.
9.      Tidak mengambil hak milik orang lain.
10.   Tidak merugikan orang lain.
E.     Cara Menanamkan Agar Selalu Jujur
Ada beberapa cara agar selalu bersikap jujur, yaitu sebagai berikut:[8]
1.    Mencari  teman yang jujur dan menghindari teman yang buruk.
2.    Mencari  lingkungan yang jujur dan menghindari lingkungan yang buruk.
3.    Mengingat  selalu dampak buruk dari ketidakjujuran.
4.    Selalu ingat kepada sang Pencipta.
Dengan hidup dilingkungan masyarakat yang baik dan kondusif, juga akan memberikan kita suatu sikap hidup yang menuntut untuk selalu bersikap jujur. Selalu mengingat dampak yang timbul disetiap perbuatan, tentunya kita akan selalu berhati-hati dalam bertindak. Disetiap langkah kaki, disetiap gapaian tangan pasti ada resiko yang menghadang. Entah itu kecil atau besar. Yang terakhir dan yang terpenting ialah kita selalu mengingat kepada Allah SWT. Dengan begitu kita selalu berpikir panjang saat ingin melakukan tindakan yang ada dampak positif maupun negatif.

F.     Tindakan yang Merusak Kejujuran
Berikut ini merupakan contoh-contoh perbuatan yang melanggar norma kejujuran, nilai-nilai moral dan agama, yaitu:[9]
1.      Mencuri.
Mencuri atau mengambil barang yang bukan hak kita, merupakan tindakan melanggar norma kejujuran. Pemilik barang yang sah pasti merasa terpukul karena kehilangan barang kesayangannya. Mungkin barang yang berharga memiliki nilai sejarah tersendiri bagi pemiliknya. Manusia biasa pun bisa tergoda ingin mencuri ketika ada kesempatan dan kelemahan iman.
2.      Bohong.
Bohong adalah salah satu perusak nilai kejujuran. Bohong bisa saja terjadi karena faktor lingkungan yang mempengaruhi anak untuk berbohong. Kebohongan yang dipelihara terus-menerus bisa merusak karakter manusia, si pembohong bahkan bisa menjadi psikopat. Sekali berbohong dia akan berbohong kedua kali untuk menutup kebohonganya yang pertama. Dan terus berbohong untuk menutupi omongan kosongannya. Bohong adalah lingkaran setan yang pasti sulit di hentikan.
3.      Manipulasi.
Manipulasi merupakan kegiatan untuk merekayasa fakta yang sebenarnya. Apapun alasannya, tindakan manipulasi sangat bertolak belakang dengan norma kejujuran dan agama. Contoh manipulasi adalah mark up proyek pembangungan, mark up pengadaan barang. Jadi nilai barang digenjot naik melebih nilai beli aslinya. Agar ada selisih harga, jadi ketika dana cair, selisihnya harganya dipakai untuk kepentingan pribadi. Manipulasi menjadi racun pembangunan di Indonesia, mental oknum seperti ini hanya mementingkan urusan pribadinya tanpa memikirkan kepentingan pembangunan bangsa.
4.      Korupsi.
Salah satu tindakan illegal yang menerjang tataran norma kejujuran antara lain korupsi. Istilah melayu nya rasuah. Korupsi atau rasuah adalah penyakit akut yang sedang menggrogoti Indonesia. Korupsi ibarat penyakit kanker yang menyebar keseluruh institusi di Indonesia. Wuih  berat juga kelihatnya.   Mengelola dana milik masyarakat Indonesia adalah amanah yang luar biasa berat. Namun jika amanah itu dikelola dengan benar insyallah itu adalah ibadah yang dijanjikan pahala yang luar biasa besar oleh Allah Swt. Tapi sayangnya sebagian oknum pemerintah pada gelap mata ketika diberi mandat mengurus hal yang berkaitan dengan dana besar, mereka tergoda mencuri barang yang bukan haknya.
5.      Ingkar janji.
Janji adalah hutang dan yang namanya hutang itu harus dibayar. Demikian juga dengan janji ya harus di tepati. Karena setiap janji yang dikeluarkan dari mulut, didengar oleh Allah dan disaksikan oleh malaikat. Orang yang sering ingkar janji disebut juga pembohong, memang gampang mengumbar janji, tapi ketika menepati janji bukanlah perkara mudah, inilah yang sering terjadi pada setiap kampanye pemimpin daerah, dan kampanye legislatif saat pemilu. Penyakit ingkar janji masih menjadi masalah besar dari pemimpin di Indonesia.
G.    Akibat Tidak Memiliki Sifat Kejujuran
Berikut ini merupakan dampak buruk dari seseorang yang tidak memiliki sifat jujur.. Yang jelas akibatnya merugikan diri sendiri dan merusakan nama baik keluarga dan komunitas, yaitu:[10]
1.    Hilang kepercayaan.
Salah satunya adalah hilangnya kepercayaan dari masyarakat atau orang-rang di sekelilingnya. Kalau sudah terbukti bohong atau mencuri, pasti tindakan dan ucapan tersangka bakalan dicurigai maupun diacuhkan sama sekali.
2.    Susah naik pangkat.
Demikian juga risiko yang bakal dihadapi oleh pegawai yang terbukti melakukan kebohongan dan pelanggaran aturan di kantor swasta maupun pemerintah, bakalan kesulitan naik pangkat dan jabatan.
3.    Dosa.
Dosa adalah hukuman dari Tuhan kepada manusia yang melanggar larangan dan perintahnya. Berbohong merupakan tindakan yang berdosa besar karena melanggar norma agama. Takaran dosa berbeda bisa besar atau kecil tergantung pada tindakan.
BAB III
RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN

A.    Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari topik ini yaitu tentang kejujuran siswa diharapkan mampu memahami:
1.      Pengertian kejujuran
2.      Manfaat kejujuran
3.      Bentuk-bentuk kejujuran
4.      Ciri-ciri orang yang jujur
5.      Cara menanamkan diri agar selalu jujur
6.      Tindakan yang merusak kejujuran
7.      Akibat tidak memiliki sifat kejujuran

B.     Indikator Kompetensi
Tujuan dari pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memaparkan atau menjelaskan tentang:
1.      Pengertian kejujuran
2.      Manfaat kejujuran
3.      Bentuk-bentuk kejujuran
4.      Ciri-ciri orang yang jujur
5.      Cara menanamkan diri agar selalu jujur
6.      Tindakan yang merusak kejujuran
7.      Akibat tidak memiliki sifat kejujuran

C.    Cara PengukuranKompetensi
Untuk mengetahui seberapa besar kompetensi atau pencapaian siswa, dengan cara:
1.      Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi
2.      Siswa memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari


D.    Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang digunakan yaitu:
1.      Ceramah
Sebelum memberikan pertanyaan kepada siswa, guru memberikan penjelasan tentang materi yang disampaikan. Guru menjelaskan materi dengan memberikan contoh yang terkait dengan materi yang dijelaskan.
2.      Diskusi tanya jawab
Setelah guru menjelaskan materi yang diajarkan, kemudian tugas guru memberi pertanyaan kepada siswa tentang materi yang sudah di jelaskan. Atau dengan cara membagi kelompok, kemudian masing-masing kelompok di beri soal kemudian disuruh menjawab soal dengan lisan.
3.      Games
Untuk memudahkan anak usia sekolah dasar dalam memahami nilai-nilai kejujuran maka alternatifnya materi disampaikan harus menyesuaikan dengan dunianya. Dunia anak sangat sarat dengan permainan. Tak ada hari tanpa bermain. Bermain merupakan cara yang paling baik bagi anak usia sekolah dasar untuk mengembangkan semua kemampuannya. Melalui bermain anak memperoleh dan memproses informasi belajar hal-hal baru dan melatih melalui ketrampilan yang ada. Pada saat anak bermain, anak akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga untuk menuju proses kedewasaannya kelak.
Contoh games: Permainan cublak-cublak suweng.
Dalam permainan cublak-cublak suweng, terdapat nilai-nilai kejujuran yang secara tidak sadar terkandung didalamnya. Nilai kejujuran tersebut adalah dimana saat pemain dadi (pemain yang jadi) menebak posisi jatuhnya uwer di beberapa tangan pemain mentas, maka pemain mentas atau pemain yang memegang uwer atau tidak, harus berterus terang entah itu memegang atau tidak. Pemain mentas yang memegang uwer dan tertebak oleh pemain dadi maka ia harus menyatakan bahwa uwer ada di tangannya tidak boleh berbohong.
4.      Lagu
Memperkenalkan  lagu yang terkait dengan materi yang di ajarkan yang kemudian di nyanyikan bersama-sama sebelum pulang. Tujuannya agar siswa selalu ingat dengan materi yang sudah diajarkan.
 Contoh lagu yang terkait dengan kejujuran.[11]
Jujur , Itu Aku
(dengan nada Hallo Hallo Bandung)
Jujur, Itu aku
Mengatakan yang sebenarnya
Jujur, Itu aku
Bersifat apa adanya
Jujur, itu aku
Aku dapat dipercaya
Marilah kita semua bersifat jujur
Menjadi orang yang baik
E.     Waktu yang Dibutuhkan
Lama waktu pembelajaran yang dibutuhkan              : 2 x 45 menit
Pengantar materi                                                         : 10 menit
Ceramah                                                                      : 25 menit
Diskusi tanya jawab                                                    : 20 menit
Games                                                                         : 20 menit
Lagu                                                                            : 10 menit
Penutup materi                                                            : 5 menit

F.     Kegiatan Belajar 1
Sebelum pelajaran dimulai, ketua kelas disuruh menyiapkan dan berdo’a bersama-sama. Kemudian  sebelum guru memulai menyampaikan materi, guru menyinggung materi minggu lalu untuk mengulang kembali dengan memberikan pertanyaan atau soal tentang materi yang sudah diajarkan.

G.    Kegiatan Belajar 2
Materi utama yang disampaikan:
1.      Pengertian kejujuran
Kejujuran adalah mengatakan yang sebenar-benarnya, orang yang jujur adalah orang yang suci dalam pikiran dan perkataannya.
2.      Manfaat kejujuran, yaitu:
a.       Hidup tenang
b.      Mendapat pekerjaan
c.       Mempunyai banyak teman
d.      Memperoleh kesuksesan
e.       Memiliki nama baik
f.       Sebagi pedoman
3.      Bentuk-bentuk kejujuran, yaitu:
a.       Jujur dalam niat dan kemauan
b.      Jujur dalam ucapan
c.       Jujur dalam tekad dan menepati janji
d.      Jujur dalam perbuatan
e.       Jujur dalam kedudukan agama
4.      Ciri-ciri orang yang jujur
a.       Tidak bersikap pura-pura
b.      Berkata apa adanya
c.       Tidak berkata bohong
d.      Tidak menipu diri sendiri maupun orang lain
e.       Mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain
f.       Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang lain
g.      Dapat mengemban kepercayaan dari orang tua dan keluarga
h.      Tidak membohongi diri sendiri dan orang lain
i.        Tidak mengambil hak milik orang lain
j.         Tidak merugikan orang lain
5.      Cara menanamkan diri agar selalu jujur
a.       Mencari  teman yang jujur dan menghindari teman yang buruk
b.      Mencari  lingkungan yang jujur dan menghindari lingkungan yang buruk
c.       Mengingat  selalu dampak buruk dari ketidakjujuran
d.      Selalu ingat kepada sang Pencipta
6.      Tindakan yang merusak kejujuran
a.       Mencuri
b.      Bohong
c.       Manipulasi
d.      Korupsi
e.       Ingkar janji
7.      Akibat tidak memiliki sifat kejujuran
a.       Hilang kepercayaan
b.      Susah naik pangkat
c.       Dosa
Soal atau uraian :
1.      Jelaskan yang dimaksud dengan kejujuran?
Jawab:.................................................................................................
2.      Sebutkan ciri-ciri orang yang bersikap jujur?
Jawab:.................................................................................................
3.      Apa saja tindakan yang dapat merusak kejujuran dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab:.................................................................................................
4.      Apa akibatnya jika seseorang tidak mempunyai sifat kejujuran?
Jawab:.................................................................................................
5.      Apa manfaat kita bersikap jujur?
Jawab:.................................................................................................

H.    Penutup
Proses pembelajaran yang dilakukan memuat kompetensi dasar yang di dalamnya berisi pengetahuan dan keterampilan apa saja yang ingin dicapai. Kemudian indikator kompetensi yang berisi tentang penjelasan tujuan yang telah ditetapkan pada kompetensi dasar. Selanjutnya cara pengukuran kompetensi yang berisi tentang penjelasan bagaiman guru mengetahui kompetensi yang dicapai siswa. Selain itu dalm proses pembelajaran juga terdapat metode yang dilakukan, yaitu ceramah, diskusi tanya jawab, games dan pemberian lagu. Waktu yang diperlukan 2 x 45 menit. Sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan pengantar atau pendahuluan selama 5 menit. Setelah itu siswa diberi soal atau uraian mengenai materi mengenai materi yang terkait untuk tugas mereka.
Dengan adanya modul ini diharapkan bisa membantu guru dan siswa untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dan dengan rancangan modul ini guru bisa melaksanakan pembelajaran dengan terencana dan efektif serta menyenangkan.


DAFTAR PUSTAKA

Hidayatullah M. Furqon. 2009. Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka
Poerwdarminta. W. J. S.2006. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka




[1] W.J.S. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka, 2006. Hlm.496
[2] http://wartatnh.blogspot.com/2012/04/manfaat-kejujuran.html
[3] http://lib.unnes.ac.id/2638/
[4] M. Furqon Hidayatullah. Guru Sejati:Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka. 2009. Hlm. 44-45
[5] http://wartatnh.blogspot.com/2012/04/manfaat-kejujuran.html

[6] http://ukhuwahislah.blogspot.com/2013/12/makalah-jujur-dalam-perkataan-dan.html

[7] http://anggunragil.blogspot.com/2013/10/pentingnya-perilaku-jujur-dalam.html
[8] http://aryfpersetan.blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-tetang-jujur.html
[9] http://kalimatmotivasiku.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-arti-sebuah-kejujuran.html

[10] Ibid.,
[11] http://belajar.indonesiamengajar.org/2012/06/jujur-itu-aku-pkn-2-sd/


1 komentar:

  1. MGM, Slots & Casinos: Where to Play in Maryland
    For the uninitiated, the MGM 논산 출장마사지 slots are a fun game to play 인천광역 출장샵 as they have 양주 출장안마 a familiar theme, from the Joker 성남 출장샵 to the 성남 출장샵 Joker, and the Joker's

    BalasHapus